Sejarah BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memiliki sejarah panjang dalam melayani kebutuhan informasi cuaca, iklim, dan geofisika di Indonesia. Berikut adalah tonggak sejarah penting dalam perjalanan BMKG:
1841
Awal Mula Pengamatan Cuaca
Pengamatan meteorologi dimulai secara resmi di Indonesia oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan mendirikan stasiun pengamatan cuaca di beberapa kota besar.
1866
Pendirian Observatorium
Didirikan Magnetisch en Meteorologisch Observatorium di Batavia (Jakarta) sebagai pusat pengamatan meteorologi dan geofisika.
1945
Era Kemerdekaan
Setelah kemerdekaan Indonesia, lembaga meteorologi dan geofisika diambil alih dan dikelola oleh Pemerintah Republik Indonesia.
2008
Pembentukan BMKG
Melalui Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2008, dibentuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai Lembaga Pemerintah Non-Kementerian.
Sejarah BMKG di Aceh
Stasiun Meteorologi di Aceh telah berdiri sejak era kolonial Belanda dan terus berkembang hingga saat ini. Stasiun ini berperan penting dalam menyediakan informasi cuaca, iklim, dan geofisika untuk wilayah Provinsi Aceh.
Pasca bencana tsunami tahun 2004, BMKG Aceh mendapatkan perhatian khusus dalam pengembangan sistem peringatan dini tsunami (Indonesia Tsunami Early Warning System/InaTEWS) untuk melindungi masyarakat Aceh dari ancaman bencana serupa di masa depan.
Komitmen Kami
"BMKG Stasiun Aceh berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Aceh."