(0651) 123456 [email protected]

BMKG ACEH

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika

Stasiun Meteorologi Aceh

Sejarah BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memiliki sejarah panjang dalam melayani kebutuhan informasi cuaca, iklim, dan geofisika di Indonesia. Berikut adalah tonggak sejarah penting dalam perjalanan BMKG:

1841

Awal Mula Pengamatan Cuaca

Pengamatan meteorologi dimulai secara resmi di Indonesia oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan mendirikan stasiun pengamatan cuaca di beberapa kota besar.

1866

Pendirian Observatorium

Didirikan Magnetisch en Meteorologisch Observatorium di Batavia (Jakarta) sebagai pusat pengamatan meteorologi dan geofisika.

1945

Era Kemerdekaan

Setelah kemerdekaan Indonesia, lembaga meteorologi dan geofisika diambil alih dan dikelola oleh Pemerintah Republik Indonesia.

2008

Pembentukan BMKG

Melalui Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2008, dibentuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai Lembaga Pemerintah Non-Kementerian.

Sejarah BMKG di Aceh

Stasiun Meteorologi di Aceh telah berdiri sejak era kolonial Belanda dan terus berkembang hingga saat ini. Stasiun ini berperan penting dalam menyediakan informasi cuaca, iklim, dan geofisika untuk wilayah Provinsi Aceh.

Pasca bencana tsunami tahun 2004, BMKG Aceh mendapatkan perhatian khusus dalam pengembangan sistem peringatan dini tsunami (Indonesia Tsunami Early Warning System/InaTEWS) untuk melindungi masyarakat Aceh dari ancaman bencana serupa di masa depan.

Komitmen Kami

"BMKG Stasiun Aceh berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Aceh."